Mengaktifkan Remote Connection PostgreSQL di VestaCP
PostgreSQL merupakan salah satu DBMS dengan kode sumber terbuka yang populer digunakan saat ini. Memiliki segudang fitur yang dapat memenuhi setiap kebutuhan kliennya. Remote Connection atau koneksi jarak jauh adalah teknik koneksi yang mengizinkan klien dari suatu DBMS dapat mengakses DBMS Server miliknya di luar sistem server tersebut dipasang.
Contoh, pada umumnya setiap kali kita melakukan koneksi ke PostgreSQL Server, host yang digunakan adalah localhost. dengan host tersebut kita hanya dapat mengakses hanya melalui jaringan yang sama, atau secara kasar hanya pada sistem yang sama. Tapi dengan aktifnya Remote Connection, maka koneksi dapat dilakukan di luar jaringan server tersebut terpasang, sehingga host yang nantinya digunakan adalah IP Address dari server PostgreSQL tersebut.
WarningPembaruan Januari 2026: VestaCP kini sudah jarang mendapatkan pembaruan dan dianggap sebagai perangkat lunak lama. Komunitas telah beralih ke HestiaCP, yang merupakan fork modern dan jauh lebih aman. Meskipun artikel ini membahas VestaCP, langkah-langkah konfigurasinya masih sangat mirip dengan HestiaCP. Gunakan panduan ini dengan penuh kehati-hatian, terutama terkait keamanan firewall.
Pastikan PostgreSQL Terpasang
Sebelum memulai, pastikan apakah PostgreSQL sudah terpasang pada VestaCP. Untuk memastikannya dapat dicoba dengan mengeksekusi perintah berikut:
$ v-list-database-host pgsql localhostJika setelah eksekusi dilakukan dan keluaran yang dihasilkan berupa pesan Error: pgsql host localhost doesnβt exist, maka sudah dipastikan PostgreSQL belum terpasang pada VestaCP. Untuk memasang PostgreSQL di VestaCP dapat mengikuti Tutorial Pemasangan PostgreSQL di VestaCP di Rhel/CentOS atau Debian/Ubuntu.
Mengaktifkan Remote Connection
Sebelum memulai, ketahui terlebih dahulu versi PostgreSQL yang terpasang pada VestaCP. Jika melalui terminal, coba eksekusi perintah berikut dan pastikan versinya.
$ psql -V
# psql (PostgreSQL) 10.22 (Ubuntu 10.22-0ubuntu0.18.04.1)Jika keluarannya adalah seperti itu, maka dipastikan versi dari PostgreSQL adalah 10 (Cukup angka di depan koma saja yang diambil)
Ubah Konfigurasi PostgreSQL Server
Selanjutnya adalah tahapan di mana kita akan mengatur daftar alamat koneksi yang digunakan oleh PostgreSQL. Jika pembaca merupakan pengguna sistem operasi Debian/Ubuntu, maka lokasi konfigurasinya berada di /etc/postgresql/*/main/postgresql.conf (Simbol bintang diganti dengan versi PostgreSQL yang sebelumnya telah diketahui). Jika pembaca merupakan pengguna sistem operasi Rhel/CentOS, maka lokasinya berada di /var/lib/pgsql/data/postgresql.conf.
Selanjutnya, buka dokumen konfigurasi tersebut dengan menggunakan Command Line Text Editor yang diinginkan, dalam kasus ini saya menggunakan nano.
$ nano /etc/postgresql/10/main/postgresql.confSetelah itu, lakukan konfigurasi seperti berikut.
# Cari
listen_addresses = 'localhost'
# Ganti menjadi
listen_addresses = 'localhost,IP_SERVER_ANDA'Setelah IP Server ditambahkan pada listen_addresses, maka lakukanlah pemuatan ulang pada PostgreSQL dengan melalui perintah berikut.
$ systemctl restart postgresql
# atau
$ service postgresql startMendaftarkan Alamat Koneksi ke VestaCP
Agar VestaCP mengenali alamat baru yang sebelumnya telah ditambahkan, maka pada tahapan ini adalah melakukan pendaftaran alamat baru ke pengaturan VestaCP, cara melakukannya dapat dengan megeksekusi perintah berikut.
$ v-add-database-host pgsql IP_SERVER postgres PASSWORD_POSTGRES_ANDAGanti IP_SERVER dengan IP yang sebelumnya telah ditambahkan di listen_addresses. Jika pembaca tidak tahu kata sandi dari PostgreSQL, dapat diketahui melalui tahapan Melihat Kata Sandi PostgreSQL.
Melihat Kata Sandi PostgreSQL di VestaCP
Untuk mengetahui kata sandi PostgreSQL, umumnya VestaCP menyimpan informasi ini pada dokumen konfigurasi basis data VestaCP yang dapat diketahui dengan cara melihat dokumen yang berada pada lokasi berikut
$ nano /usr/local/vesta/conf/pgsql.confJika benar, maka akan tampil informasi kata sandi PostgreSQL milik pembaca di sana. Umumnya keluaran dari dokumen tersebut adalah seperti berikut ini.
HOST='localhost' USER='postgres' PASSWORD='q3MtMQxxxxxg'Pembaruan 2026: Keamanan dan HestiaCP
Jika Anda menggunakan versi PostgreSQL yang lebih baru (seperti v14, v15, atau v16) atau telah bermigrasi ke HestiaCP, ada beberapa hal tambahan yang harus diperhatikan agar koneksi remote berjalan lancar dan aman.
1. Konfigurasi pg_hba.conf (Penting!)
Mengubah listen_addresses saja tidak cukup. Anda juga harus mengizinkan IP klien Anda di file pg_hba.conf. Tanpa ini, PostgreSQL akan menolak koneksi meskipun port sudah terbuka.
Lokasi file: /etc/postgresql/<versi>/main/pg_hba.conf
Tambahkan baris berikut di bagian paling bawah:
# Mengizinkan IP spesifik (Paling Aman)
host all all IP_KOMPUTER_ANDA/32 md5
# ATAU Mengizinkan semua IP (Gunakan hanya jika firewall sudah aktif!)
host all all 0.0.0.0/0 md52. Jangan Lupa Firewall!
Baik di VestaCP maupun HestiaCP, pastikan port 5432 sudah dibuka di menu Firewall pada panel kontrol. Jika port ini tertutup, permintaan koneksi dari luar tidak akan pernah sampai ke PostgreSQL.
3. Masa Depan: Pindah ke HestiaCP
Jika Anda masih menggunakan VestaCP di tahun 2026, sangat disarankan untuk mempertimbangkan migrasi ke HestiaCP. HestiaCP memiliki dukungan terhadap versi PHP, PostgreSQL (v16+), dan Nginx terbaru yang jauh lebih baik dan stabil. Proses aktivasinya hampir identik dengan perintah v-add-database-host yang dijelaskan di atas.
Seperti itulah cara mengaktifkan Remote Connection PostgreSQL di VestaCP, semoga artikel ini dapat membantu pembaca dalam memenuhi kebutuhan terkait Remote Connection. Terima kasih. π