Yang Menjadi Bagianmu Tak Akan Tertukar
Pernahkah kita merasa risau karena sesuatu yang kita inginkan belum juga didapatkan? Kita terus mengejarnya, seolah-olah bagian hidup kita dapat tertukar atau diambil oleh orang lain.
Berusaha memang harus dilakukan, tetapi jangan sampai kesibukan mengejar dunia membuat kita lalai terhadap sesuatu yang Allah tuntut dari kita. Ada nasihat dalam buku Al-Hikam yang mengingatkan hati agar tidak bergantung kepada dunia dan apa yang dimiliki manusia.
Zuhud dan Bagian yang Telah Ditetapkan
QuoteSeseorang bertanya kepada Nabi saw., “Tunjukkan kepadaku amalan yang jika kukerjakan maka Allah dan manusia akan mencintaiku.”
Nabi saw. bersabda, “Zuhudlah dari dunia, pasti Allah akan mencintaimu. Dan zuhudlah dari segala yang ada di tangan manusia, maka pasti mereka akan mencintaimu.”
Segala bagian yang telah ditetapkan untukmu tidak akan berkurang meski kau memintanya, dan segala yang bukan bagianmu tidak akan jatuh kepadamu meskipun kau memintanya.
Allah berfirman, “Kami telah menentukan di antara mereka penghidupan mereka” (Q.S. al-Zukhruf: 32).
Jadi, kenapa kita masih risau dan berusaha memburu dunia, sedangkan semua itu telah ditetapkan? Ketika kau berjuang keras untuk meraih sesuatu yang telah ditetapkan untukmu tetapi lalai menetapi sesuatu yang dituntut darimu, berarti mata hatimu telah redup dan padam.
— Dalam buku Al-Hikam —
Zuhud bukan berarti berhenti bekerja dan meninggalkan dunia. Zuhud adalah menempatkan dunia di tangan, bukan di dalam hati. Kita tetap berusaha dengan jalan yang benar, tetapi tidak menggantungkan ketenangan kepada hasil atau pemberian manusia.
Apa yang menjadi bagian kita tidak akan tertukar. Tugas kita adalah menjalani ikhtiar, menetapi kewajiban, dan menjaga hati agar tetap bersandar kepada Allah.
Jadi, masihkah kita ingin menghabiskan ketenangan untuk merisaukan sesuatu yang telah ditetapkan?