S/

Perangkat Lunak / 4 min read

Hosting Serverless Project Dengan Firebase

Satria Aji Putra
Satria Aji Putra Author
Hosting Serverless Project Dengan Firebase

Sedikit percobaan saya hari ini mengenai hosting untuk serverless web app. Singkat cerita ketika saya membuat sebuah proyek menggunakan Vue.js yang diintegrasikan dengan layanan Firestore dari Firebase dan hendak merilis proyek tersebut, ketika bermain-main di dashboard Firebase ternyata terdapat menu Hosting hingga saya coba baca-baca mengenai itu dan akhirnya saya memutuskan untuk mencobanya sebagai tempat yang bisa digunakan untuk proyek saya.

Berikut ini beberapa pengenalan mengenai Hosting yang disediakan oleh Firebase dan bagaimana cara penerapannya.

Note

Pembaruan Januari 2026: Firebase kini memiliki layanan baru bernama Firebase App Hosting yang dikhususkan untuk aplikasi full-stack (Next.js, Nuxt, Angular, dll.). Jika Anda hanya menghosting situs statis atau aplikasi berbasis client-side, panduan di bawah ini masih sangat relevan. Namun untuk aplikasi modern dengan Server-Side Rendering (SSR), disarankan menggunakan App Hosting.

Sumber: Youtube Channel Firebase

Pendahuluan

Firebase Hosting merupakan salah satu layanan yang disediakan oleh Firebase sebagai hosting yang sepenuhnya untuk mengelola konten statis, dinamis, dan layanan mikro.

Layanan ini dapat digunakan selama proyek yang dibangun masih dalam lingkup HTML, CSS, dan JavaScript. Contohnya dalam membangun layanan API menggunakan Framework Express.js, jenis proyek ini dapat diterapkan ke dalam Firebase Hosting ini.

Fitur Firebase Hosting

  • Menyediakan layanan hosting yang aman dengan dilengkapi SSL ke setiap hosting yang dibuat.
  • Hosting digunakan untuk konten statis, dinamis, dan layanan mikro yang dibangun dalam lingkup HTML, CSS, dan JavaScript.
  • Mengintegrasikan sistem Cache pada Content Delivery Network (CDN) dengan penyimpanan SSD.
  • Dapat melakukan simulasi hosting secara lokal dan preview hosting sebelum dilakukannya proses perilisan secara publik.
  • Rilis versi terbaru hanya dengan menggunakan satu baris perintah.

Implementasi

Memasang Perangkat CLI

Firebase menyediakan perangkat lunak berbasis Command Line Interface (CLI) guna mempermudah proses penggunaan hosting. Terdapat dua metode pemasangan, dapat menggunakan node package manager (npm) atau melalui file instalasi.

Berikut ini cara instalasi cepat melalui npm:

bash
npm install -g firebase-tools

Mengatur Folder Proyek

Jika kamu sudah punya folder proyek yang sudah siap untuk dirilis, maka buka aplikasi command line milikmu dan arahkan ke dalam folder proyek kamu.

bash
cd /ke/folder/proyek/saya

Jika belum, silahkan buat sebuah folder kosong dan isi dengan file-file proyek kamu lalu arahkan aplikasi command line kamu ke dalam folder yang baru saja dibuat.

Selanjutnya, jalankan perintah:

bash
firebase init

Perintah tersebut digunakan untuk menjadikan folder proyek kamu menjadi firebase project folder.

Simulasi Hosting

Jika kamu ingin melakukan simulasi hosting di lokal komputer, maka cukup jalankan perintah berikut di dalam folder proyek kamu:

bash
firebase emulators:start

Ketika mengeksekusi perintah tersebut, biasanya kamu akan diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan guna melengkapi pengaturan firebase project folder kamu.

View dan Share

Terkadang sebelum melakukan perilisan proyek, kita ingin mengakses proyek hanya untuk sebagian orang di dalam tim sebelum dapat diakses oleh setiap orang secara publik. Hal ini dapat digunakan dengan cara mengeksekusi perintah berikut:

bash
firebase hosting:channel:deploy

Deploy

Akhirnya kita sampai ke tahap perilisan secara publik (Deploy). Dengan Firebase Hosting ini kamu cukup mengeksekusi perintah berikut:

bash
firebase deploy

Sampai di tahap Deploy kamu sudah dapat mengakses situs kamu melalui URL yang disediakan oleh Firebase. Artikel ini memang masih jauh dari kata lengkap, karena hanya mengikuti apa yang saya lakukan selama proses deployment proyek saya. Saya harap masih bisa mengembangkan artikel ini dikemudian hari.


Pembaruan 2026: Era Full-Stack & App Hosting

Sejak tulisan ini dibuat, Firebase telah berevolusi dari sekadar “Static Hosting” menjadi platform yang sangat cerdas untuk framework modern.

1. Firebase App Hosting vs Firebase Hosting

Perbedaan mendasar yang perlu Anda ketahui di tahun 2026:

  • Firebase Hosting (Klasik): Terbaik untuk situs statis (HTML/CSS) atau Single Page Application (SPA) seperti Vue/React murni yang tidak butuh server di backend.
  • Firebase App Hosting (Terbaru): Dirancang untuk framework yang memiliki backend (Next.js, Nuxt, Angular). Layanan ini secara otomatis mengelola Cloud Run di balik layar untuk menjalankan fungsi server-side (SSR).

2. Framework-Aware Deployment

Sekarang Anda tidak perlu lagi melakukan konfigurasi manual yang rumit untuk framework populer. Firebase CLI cukup cerdas untuk mendeteksi apakah Anda menggunakan Next.js, Nuxt, atau bahkan Astro.

bash
# Firebase akan mendeteksi framework Anda secara otomatis
firebase deploy

3. Integrasi GitHub yang Lebih Erat

Proses Continuous Integration/Continuous Deployment (CI/CD) kini jauh lebih mudah. Anda bisa menghubungkan repositori GitHub Anda langsung melalui Dashboard Firebase, dan setiap kali Anda melakukan git push, Firebase akan melakukan build dan deploy secara otomatis ke kanal preview atau production.

4. Kapan Harus Beralih?

Jika proyek Anda mulai menggunakan fitur seperti Server-Side Rendering (SSR) atau Incremental Static Regeneration (ISR), inilah saatnya mencoba Firebase App Hosting. Layanan ini memastikan aplikasi Anda tetap cepat dengan CDN global namun tetap memiliki kekuatan backend yang skalabel.


Terima kasih kepada kamu yang membaca artikel ini. Semoga informasi tambahan ini bermanfaat untuk proyek-proyek modern kamu di masa depan! 😊

Discovery / Related

File Test Operators di Linux
Open Post →
Perangkat Lunak /

File Test Operators di Linux

Daftar lengkap File Test Operators di Linux untuk mempermudah penulisan skrip bash, mulai dari pengecekan eksistensi file hingga hak akses dengan contoh if..else.