Hosting Serverless Project Dengan Firebase
Sedikit percobaan saya hari ini mengenai hosting untuk serverless web app. Singkat cerita ketika saya membuat sebuah proyek menggunakan Vue.js yang diintegrasikan dengan layanan Firestore dari Firebase dan hendak merilis proyek tersebut, ketika bermain-main di dashboard Firebase ternyata terdapat menu Hosting hingga saya coba baca-baca mengenai itu dan akhirnya saya memutuskan untuk mencobanya sebagai tempat yang bisa digunakan untuk proyek saya.
Berikut ini beberapa pengenalan mengenai Hosting yang disediakan oleh Firebase dan bagaimana cara penerapannya.
NotePembaruan Januari 2026: Firebase kini memiliki layanan baru bernama Firebase App Hosting yang dikhususkan untuk aplikasi full-stack (Next.js, Nuxt, Angular, dll.). Jika Anda hanya menghosting situs statis atau aplikasi berbasis client-side, panduan di bawah ini masih sangat relevan. Namun untuk aplikasi modern dengan Server-Side Rendering (SSR), disarankan menggunakan App Hosting.
Sumber: Youtube Channel Firebase
Pendahuluan
Firebase Hosting merupakan salah satu layanan yang disediakan oleh Firebase sebagai hosting yang sepenuhnya untuk mengelola konten statis, dinamis, dan layanan mikro.
Layanan ini dapat digunakan selama proyek yang dibangun masih dalam lingkup HTML, CSS, dan JavaScript. Contohnya dalam membangun layanan API menggunakan Framework Express.js, jenis proyek ini dapat diterapkan ke dalam Firebase Hosting ini.
Fitur Firebase Hosting
- Menyediakan layanan hosting yang aman dengan dilengkapi SSL ke setiap hosting yang dibuat.
- Hosting digunakan untuk konten statis, dinamis, dan layanan mikro yang dibangun dalam lingkup HTML, CSS, dan JavaScript.
- Mengintegrasikan sistem Cache pada Content Delivery Network (CDN) dengan penyimpanan SSD.
- Dapat melakukan simulasi hosting secara lokal dan preview hosting sebelum dilakukannya proses perilisan secara publik.
- Rilis versi terbaru hanya dengan menggunakan satu baris perintah.
Implementasi
Memasang Perangkat CLI
Firebase menyediakan perangkat lunak berbasis Command Line Interface (CLI) guna mempermudah proses penggunaan hosting. Terdapat dua metode pemasangan, dapat menggunakan node package manager (npm) atau melalui file instalasi.
Berikut ini cara instalasi cepat melalui npm:
npm install -g firebase-toolsMengatur Folder Proyek
Jika kamu sudah punya folder proyek yang sudah siap untuk dirilis, maka buka aplikasi command line milikmu dan arahkan ke dalam folder proyek kamu.
cd /ke/folder/proyek/sayaJika belum, silahkan buat sebuah folder kosong dan isi dengan file-file proyek kamu lalu arahkan aplikasi command line kamu ke dalam folder yang baru saja dibuat.
Selanjutnya, jalankan perintah:
firebase initPerintah tersebut digunakan untuk menjadikan folder proyek kamu menjadi firebase project folder.
Simulasi Hosting
Jika kamu ingin melakukan simulasi hosting di lokal komputer, maka cukup jalankan perintah berikut di dalam folder proyek kamu:
firebase emulators:startKetika mengeksekusi perintah tersebut, biasanya kamu akan diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan guna melengkapi pengaturan firebase project folder kamu.
View dan Share
Terkadang sebelum melakukan perilisan proyek, kita ingin mengakses proyek hanya untuk sebagian orang di dalam tim sebelum dapat diakses oleh setiap orang secara publik. Hal ini dapat digunakan dengan cara mengeksekusi perintah berikut:
firebase hosting:channel:deployDeploy
Akhirnya kita sampai ke tahap perilisan secara publik (Deploy). Dengan Firebase Hosting ini kamu cukup mengeksekusi perintah berikut:
firebase deploySampai di tahap Deploy kamu sudah dapat mengakses situs kamu melalui URL yang disediakan oleh Firebase. Artikel ini memang masih jauh dari kata lengkap, karena hanya mengikuti apa yang saya lakukan selama proses deployment proyek saya. Saya harap masih bisa mengembangkan artikel ini dikemudian hari.
Pembaruan 2026: Era Full-Stack & App Hosting
Sejak tulisan ini dibuat, Firebase telah berevolusi dari sekadar “Static Hosting” menjadi platform yang sangat cerdas untuk framework modern.
1. Firebase App Hosting vs Firebase Hosting
Perbedaan mendasar yang perlu Anda ketahui di tahun 2026:
- Firebase Hosting (Klasik): Terbaik untuk situs statis (HTML/CSS) atau Single Page Application (SPA) seperti Vue/React murni yang tidak butuh server di backend.
- Firebase App Hosting (Terbaru): Dirancang untuk framework yang memiliki backend (Next.js, Nuxt, Angular). Layanan ini secara otomatis mengelola Cloud Run di balik layar untuk menjalankan fungsi server-side (SSR).
2. Framework-Aware Deployment
Sekarang Anda tidak perlu lagi melakukan konfigurasi manual yang rumit untuk framework populer. Firebase CLI cukup cerdas untuk mendeteksi apakah Anda menggunakan Next.js, Nuxt, atau bahkan Astro.
# Firebase akan mendeteksi framework Anda secara otomatis
firebase deploy3. Integrasi GitHub yang Lebih Erat
Proses Continuous Integration/Continuous Deployment (CI/CD) kini jauh lebih mudah. Anda bisa menghubungkan repositori GitHub Anda langsung melalui Dashboard Firebase, dan setiap kali Anda melakukan git push, Firebase akan melakukan build dan deploy secara otomatis ke kanal preview atau production.
4. Kapan Harus Beralih?
Jika proyek Anda mulai menggunakan fitur seperti Server-Side Rendering (SSR) atau Incremental Static Regeneration (ISR), inilah saatnya mencoba Firebase App Hosting. Layanan ini memastikan aplikasi Anda tetap cepat dengan CDN global namun tetap memiliki kekuatan backend yang skalabel.
Terima kasih kepada kamu yang membaca artikel ini. Semoga informasi tambahan ini bermanfaat untuk proyek-proyek modern kamu di masa depan! 😊