Menjaga Tubuh, Hati, dan Diri
Kadang kita menaruh harapan kepada manusia yang berkata bahwa ia punya ilmu atau harta. Padahal, apa yang mereka sebut sebagai milik hanyalah amanah. Nasihat dalam Al-Hikam mengajak kita menjaga tubuh, hati, dan diri agar tidak bergantung pada dunia maupun merasa memiliki segala kebaikan.
QuoteNabi saw. bersabda, “Janganlah berharap pada apa pun yang ada di tangan manusia.”
H.R. Ahmad dan Ibn Majah
Jangan berharap dan percaya kepada manusia yang mengaku punya ilmu, mengaku punya harta. Apa yang mereka akui sebagai milik sejatinya hanyalah amanah dari Allah. Ketika menghadapi kesulitan, kembalilah kepada Allah dan sandarkan harapan kepada Allah.
Menjaga Kesehatan Tubuh dan Hati
QuoteJagalah kesehatan tubuhmu dengan meninggalkan apa pun yang dapat menyakitinya. Jagalah kesehatan hati dengan meninggalkan kecenderungan kepada dunia. Jagalah kesehatan diri dengan menanggalkan segala pengakuan.
— Al-Hikam, Syekh Abu Madyan al-Maghribi
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk menjaga tubuh, tinggalkan hal-hal yang menyakiti indra. Jaga lisan, penglihatan, dan anggota tubuh lainnya sebagai bagian dari ikhtiar merawat diri.
Hati pun perlu dijaga dari kecenderungan berlebihan kepada dunia. Tanpa tuntunan ilmu, kecenderungan itu dapat menjadi tipu daya dan menjauhkan hati dari Allah. Saat kesulitan datang, kembalilah kepada Allah dan jangan menggantungkan harapan kepada selain Allah.
Melepaskan Pengakuan Diri
Menjaga diri juga berarti meninggalkan segala pengakuan atas kebaikan yang kita lakukan. Nabi saw. mengingatkan bahwa salah satu hal yang membinasakan diri adalah mengagumi diri sendiri.
Jangan kagum kepada kemampuan, kepintaran, shalat, shaum, atau amal ketaatan lainnya seolah-olah semua itu semata-mata berasal dari diri kita. Bergembiralah karena semua kebaikan itu berasal dari Allah dan dikaruniakan kepada kita. Allah berfirman:
Quote“Katakanlah, ‘Dengan karunia dan rahmat Allah hendaknya mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.’”
Q.S. Yunus: 58
Maka rawatlah tubuh dari hal yang menyakitinya, jagalah hati dari kecenderungan kepada dunia, dan lepaskan pengakuan atas kebaikan diri. Bergembiralah atas karunia Allah, seraya mengingat bahwa segala yang kita miliki dan mampu lakukan berasal dari Allah.